Tanya-IAI
IAI Hadir

Visit us

"ARCH: ID - The 6th Indonesia Architecture Exhibition & Conference"


Be Part of The Indonesia’s Most Awaited

Architecture Forum & Trade Event!


ARCH:ID is the annual architectural forum and trade event organized by the Indonesian Institute of Architects (IAI) and PT CIS Exhibition. Since 2020, it has become a trusted platform for the architecture and built environment industry to connect, collaborate, and innovate.


Now in its 6th edition, ARCH:ID is projected to occupy 17,000 sqm, welcome over 31,000 local and international visitors and 200 Exhibitors. Beyond the exhibition, it features curated programs, networking sessions, and industry showcases that foster meaningful connections and drive progress in the field. The event also presents an International Conference featuring renowned cross-disciplinary speakers.


Click Here For More Information


Anda mencari Mentor Magang?


Lihat di sini



EPA RM

Ekuivalensi Pendidikan Arsitektur dan Rekognisi Magang


Info Lebih Lanjut

Selamat datang di website

Ikatan Arsitek Indonesia

Kegiatan Kontak

Kalendar Kegiatan

Catatan

Hidup Berdampingan dengan Bencana: Dari Kesiapan Menuju Ketangguhan

Dengan keprihatinan yang mendalam, kita kembali dihadapkan pada rangkaian bencana besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Peristiwa-peristiwa ini menimbulkan dampak kemanusiaan yang luas, mulai dari korban jiwa, kerusakan lingkungan binaan, hingga terganggunya kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Kejadian tersebut menegaskan bahwa isu kebencanaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan nasional.

Menjelang pergantian tahun, risiko kebencanaan meningkat, yang pada dasarnya dapat dipetakan seiring dengan peralihan musim menuju puncak musim hujan, yang secara berulang meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, terutama pada periode November hingga Februari. Dinamika ini semakin kompleks dengan adanya anomali iklim global, termasuk kemunculan siklon tropis di wilayah utara dan selatan garis khatulistiwa, yang memperbesar intensitas dan ketidakpastian dampak. Dalam konteks ini, kebencanaan seharusnya tidak dipandang semata sebagai peristiwa yang tak terelakkan, melainkan sebagai risiko yang dapat dikelola dan dikurangi. 

Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di kawasan rawan bencana, dengan spektrum risiko yang mencakup bencana tektonik, vulkanik, dan hidrometeorologi. Kenyataan ini menuntut pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada pengurangan risiko dan peningkatan ketangguhan. Hidup berdampingan dengan bencana pada hakikatnya adalah soal kesiapan, bukan kepanikan. 
read more

Ar. Georgius Budi Yulianto, IAI, AA
Ketua Umum 2024-2027

Asean Architect Congress

STRA

LOG IAI