UIA World Congress & General Assembly 2026
Memasuki hari kedua, General Assembly UIA 2026 melanjutkan pembahasan mengenai berbagai agenda strategis yang akan menjadi arah organisasi pada periode kepengurusan mendatang. Jika hari pertama lebih banyak membahas transformasi pendidikan arsitektur dan arah perkembangan profesi, maka pembahasan hari kedua berfokus pada penyempurnaan tata kelola organisasi, sistem keuangan, penyelenggaraan kegiatan internasional, serta penguatan standar etika organisasi sebagai fondasi bagi keberlanjutan UIA di masa depan.
Agenda pertama melanjutkan presentasi Architectural Education Commission (EDUCOM) melalui penyampaian kesimpulan dan rekomendasi dari Global Survey of Schools of Architecture. Setelah melakukan pemetaan terhadap 345 sekolah arsitektur di 159 negara, UIA menegaskan bahwa dunia pendidikan arsitektur sedang memasuki fase transformasi yang tidak lagi dapat dihindari. Perubahan iklim, perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, perubahan demografi, hingga meningkatnya kompleksitas persoalan perkotaan menuntut lahirnya pendekatan pendidikan yang lebih adaptif dan kolaboratif.
Berdasarkan hasil survei tersebut, EDUCOM menyampaikan tiga rekomendasi utama. Pertama, membangun sistem benchmarking pendidikan arsitektur secara global agar sekolah arsitektur memiliki acuan yang lebih jelas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kedua, memperluas pemerataan akses terhadap teknologi, sumber belajar, dan kolaborasi internasional sehingga kesenjangan antarnegara dapat dikurangi. Ketiga, memperkuat integrasi isu keberlanjutan, kesehatan lingkungan binaan, serta keberagaman budaya ke dalam kurikulum sebagai bagian dari kompetensi dasar arsitek masa depan.
read more
Ar. Georgius Budi Yulianto, IAI, AA
Ketua Umum 2024-2027